Tak Berkategori

Tips Memilih Laptop Desain Grafis

 

Desain grafis termasuk menjadi salah satu hobi bagi sebagian orang. Untuk melakukan desain grafis secara digital, maka Anda bisa saja memerlukan laptop. Sekarang itu sudah banyak laptop di mana-mana. Tetapi, perlu Anda ingat bahwa tidak semua laptop bisa digunakan untuk desain grafis. Untuk itulah, baiknya Anda memperhatikan tips memilih laptop desain grafis di bawah ini

Pertimbangkan Soal Budget

Tips memilih laptop desain grafis yang terpenting adalah budget. Ketahui terlebih dahulu berapa budget Anda. Pas-kan harga laptop dengan budget. Jangan sampai kurang, jangan sampai kelebihan, dan harus ada sisa sedikit. Soalnya kalo budget kurang. Kalau budget-nya sisa banyak, rugi dong beli laptop ngga beli yang bagus sekalian.

pertimbangkan budget

Setelah budget sudah pasti berapa, sebagai contoh budget kita 5 juta, tentukan tempat dimana mau beli laptop? Usahakan men-survei harganya dulu di beberapa tempat/toko dan pilih yang harganya terkenal murah dan punya banyak testimoni bintang 5. Walaupun agak jauh gapapa, yang penting murah dan pasti kualitasnya jempol.

Ukuran dan Resolusi Layar

Ngomong soal desain, pasti visual. Dan satu-satunya visualisasi dari laptop adalah layar. Cuma layar yang dilihat. Jadi, buat senyaman mungkin ketika menatap layar laptop. Agar nyaman, pilihlah laptop yang  ukuran dan resolusi layarnya terbaik.

Terbaik ini bukan berarti sangat gede, tapi yang pas di mata, biar mata gak pegel melirik dari ujung ke ujung. Dan resolusinya itu yang pas, biar outputnya memiliki kerapatan yang maksimal. Resolusi layar yang paling pas adalah 1920 x 1080

Graphic Card

Tips memilih laptop desain grafis yang satu ini tidak boleh dilewatkan lho ya. Dalam dunia editing, GPU (Graphic Card) merupakan komponen yang sangat penting. GPU dipakai saat proses mengedit gambar, video, atau desain 3D. Ketika kita bikin sketsa gambar, gabung-ngefek-in video, atau membuat objek benda 3D, saat ini-lah graphic card bekerja.

Yang harus dicatat adalah memilih laptop yang VGA-nya tidak on-board. Kenapa? Karena kalau VGA on-board, kinerjanya akan berbagi dengan RAM, alhasil kerjanya tidak maksimal. Selain itu, dia tidak bisa dimodify, ngga bisa diganti VGA lain. Penggantian VGA ini dilakukan untuk menyesuaikan perangkat dengan minimum system requirements dari software yang dipakai, yang pastinya semakin lama akan semakin berat.

Prosesor yang Tangguh

Selain GPU, Prosesor juga hardware yang menjadi ‘tulang punggung’ dalam laptop desain. Kerjaan desain ngga akan lancar kalau prosesornya jelek, meskipun pakai GeForce RTX2080Ti. Prosesor menjadi juru kunci saat proses rendering. Semakin baik prosesornya semakin cepat dan bagus hasil renderannya.

 

 

Buat desain, disarankan untuk memakai prosesor yang memiliki banyak core, 4 Core menjadi acuan minimal untuk design saat ini, dari AMD ada Ryzen 5 dan Intel ada Core i5 yang bisa menjadi Pilihan.

Sedikit gambaran, jika laptop yang prosesor-nya kurang bagus, hasil renderannya tidak akan bagus, terutama buat merender video. Pas proses editing, timing-nya sudah pas banget. Tapi setelah dirender, timing-nya biasanya berubah. Meskipun cuma agak “miring” beberapa milisecond, tapi ini ngaruh banget. Udah gitu ngerender-nya lama.

RAM

Walaupun tidak begitu menjadi ‘tulang-punggung’, saya rasa RAM juga penting. Meskipun prosesor dan VGA-nya bagus, kalau RAM-nya Cuma 2GB, tetap saja masih kurang powerful pas dipakai ngedit video. Paling tidak pakai RAM dengan kapasitas 6GB lah, biar bisa ngewes. Dan kalau bisa pakai yang versi DDR4 agar performanya semakin mantab.

Masalah harga RAM tergantung pada kapasitas memori dan merk. Sebagai contoh, ada RAM merk V-gen dengan kapasitas memori 16GB (DDR4) harganya itu Rp 2.3jutaan. Kalau merk-nya lebih bagus lagi ya harganya bisa lebih mahal dari itu.